Kita sudah sering mendengar tentang HIV/AIDS. Penyakit yang menular lewat hubungan seksual, kontak dengan cairan tubuh, kontak darah, dan ASI Air Susu Ibu. Ini menjadi ketakutan sendiri dalam masyarakat sehingga orang dengan HIV sering kali dijauhi dan direndahkan. Terdapat stigma tertentu, di mana seseorang yang terdiagnosis HIV, sama saja dengan divonis mati.

Tetapi, apakah benar demikian?. *the usual epic intro* HIV bekerja dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Virus ini bekerja perlahan. dan sulit untuk mendeteksi gejala awalnya. Dan hanya dapat diketahui dengan tes laboratorium pada tahap awalnya. Semula, gejala yang hanya berupa demam. keringat malam, sariawan, dan dapat dibilang seperti gejala flu merupakan fase pertama dari infeksi HIV. Pada fase ke-2, virus berkembang biak secara perlahan. tanpa memberikan gejala sama sekali.

Rata-rata infeksi HIV. berkembang menjadi AIDS. Acquired Immunodeficiency Syndrome. Yaitu fase ke-3 di mana kekebalan tubuh sangatlah lemah. sehingga kuman yang ada di sekitar kita dapat dengan mudah masuk ke tubuh tanpa perlawanan yang berarti. AIDS rata-rata terjadi setelah 10 tahun terinfeksi HIV. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya?. Obat antiretroviral sebagai pengobatan HIV. tidak menyembuhkan penderita. Namun, mencegah pertumbuhan virus dalam tubuh.

Dengan terkontrolnya jumlah virus. maka sistem kekebalan tubuh akan terlindungi dan menghindari perkembangan HIV menjadi AIDS. Sejak adanya obat ini,. harapan hidup penderita HIV dapat menjadi sama dengan orang normal, jika mereka terdiagnosis tepat waktu serta mengikuti pengobatan dan kontrol yang teratur. Salah satu contoh pasien HIV yang terkenal adalah Magic Johnson, pemain basket asal Amerika Serikat. Dia mengaku terjangkit HIV pada tahun 1991. 27 tahun berlalu sampai sekarang, ia masih giat menjadi aktivis HIV dan apakah kalian tahu? Dia tidak mempunyai keluhan medis. Mengapa bisa?. Dia mengkonsumsi obatnya secara teratur.