Sinus adalah ruang berongga pada tulang. di sekeliling hidung yang menghubungkan hidung melalui saluran kecil dan sempit. Manusia memiliki empat pasang sinus paranasal. Pada tulang pipi terdapat sinus terbesar,yaitu sinus maksilaris. Bagian bawah dahi. adalah lokasi sinus frontal. Sinus ethmoid berada diantara kedua mata,sedangkan sinus sfenoid terletak pada tulang di belakang hidung. Semuanya sejajar dengan jaringan lunak berwarna pink yang disebut mukosa. Sinusitis berarti sinus mengalami peradangan. Apa penyebab sinusitis?. 98% sinusitis terjadi akibat infeksi virus.

Selain itu, dapat juga diakibatkan infeksi bakteri. Sebagian kecil terjadi karena penyakit. akibat jamur. Terdapat beberapa faktor. yang mempengaruhi kecenderungan terjadinya sinusitis, antara lain: - Rhinitis alergi, yang menyebabkan infeksi semakin mudah terjadi. - Paparan asap atau asap rokok. - Kelainan anatomi yang membuat sinus sulit kering. Yang terjadi pada sinusitis. adalah terhalangnya bukaan sinus atau ostia, sebagai akibat dari peradangan. Karena tidak mampu mensirkulasikan udara dan membuang sekresi yang dihasilkan, sinus yang terhalang menjadi tempat ideal bagi infeksi bakteri. Jenis-jenis Sinusitis. Jenis sinusitis antara lain:. - Sinusitis akut, yang berlangsung hingga 4 minggu. - Sinusitis sub-akut, yang berlangsung selama 4 hingga 12 minggu. - Sinusitis kronis, yang berlangsung lebih dari 12 minggu dan dapat berlanjut hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. - Sinusitis berulang/kambuhan, yang terjadi beberapa kali dalam setahun.

Apa saja tanda dan gejala sinusitis?. Hal pertama yang dirasakan. adalah rasa nyeri. Nyeri bisa terlokalisir. pada sinus terkait atau dapat pula nyeri umum yang terasa sebagai sakit kepala. Jika Anda menekan sinus terkait menggunakan jari,. maka akan terasa lembek. Selain itu, karena mukosa mengalami peradangan, maka akan diproduksi banyak mukus, yang akan mengalir ke rongga hidung melalui bukaan sinus atau ostia. Begitu mencapai rongga hidung,. ada dua hal yang mungkin terjadi. Pertama, mukus akan keluar dari hidung. sehingga tampak sebagai ingus.

Kedua, mukus bisa kembali. ke belakang tenggorokan karena bagian belakang hidung terhubung dengan bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan iritasi sehingga Anda batuk-batuk. Peradangan mukosa. dapat juga mempengaruhi indera penciuman dan perasa. Penderita juga dapat mengalami demam akibat infeksi dan peradangan. Bagaimana Diagnosis Sinusitis?. Secara umum,. diagnosis sinusitis didasarkan hanya pada gejala.