Pada pasien rawat inap, kejadian stroke iskemik terkait COVID-19 bervariasi dari 0,4- 2,7 %, dengan perdarahan intrakranial berkisar antara 0,2 - 0,9 %, dan trombosis vena serebral sekitar 8,8 persen. Risiko stroke tergantung pada tingkat keparahan COVID-19. Risiko meningkat ketika pasien dirawat di ICU setelah penyakit serius.

Stroke biasanya terjadi 1-3 minggu setelah gejala COVID-19 dimulai,. dan mungkin merupakan gejala pertama yang menjadi alasan rawat inap. Mari kita bahas faktor risiko dan mekanismenya. Faktor risiko klasik seperti usia tua, hipertensi, hiperlipidemia, atrial fibrilasi, atau diabetes mellitus yang juga ditemukan pada pasien Covid-19.

Ada dua faktor risiko utama stroke pada pasien Covid-19, yang pertama adalah hiperkoagulasi, dan yang kedua adalah kondisi proinflamasi terkait infeksi. Ada berbagai mekanisme stroke yang terkait dengan COVID-19. Salah satu mekanisme yang penting adalah trombofilia yang terkait dengan virus atau. respons imunologis terhadap host, sebagai penanda peningkatan hiperkoagulabilitas dan inflamasi.